Tampilkan postingan dengan label Basic Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basic Management. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Menerjemahkan Visi Perusahaan

Sudahkah Anda memahami visi organisasi Anda?

Jika kita sebagai manusia normal, tentunya sangat ingin mencapai apa yang kita mimpikan sebagai manusia, seperti menjadi orang kaya yang baik hati, orang terkenal karena prestasi, menjadi pahlawan bagi negara dan menjadi ayah yang memiliki suri tauladan yang baik bagi istri dan anak-anaknya. Untuk mencapai mimpi tersebut kita akan berusaha mewujudkannya dengan berbagai usaha keras dan tak kenal putus asa.

Demikian pula visi perusahaan, pun memiliki mimpi untuk diwujudkannya sejak perusahaan didirikan. Visi adalah mimpi yang harus diwujudkan dengan kegiatan nyata. Visi tanpa tindakan adalah hanya sebuah impian belaka. Menerjemahkan visi dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan memenuhi target yang ditetapkan oleh organisasi. Memenuhi target individu akan mewujudkan visi kelompok, dan mewujudkan visi kelompok akan mewujudkan visi organisasi atau perusahaan.

Kamis, 10 Maret 2011

Apa Peran Saya dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001

Apa peran saya dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 (SMM)? Seberapa besar peran saya tersebut dalam organisasi? Apa yang akan terjadi jika peran tersebut tidak saya jalankan?

Dalam prakteknya, masih banyak pelaku organisasi yang masih abstrak apa sebenarnya peran mereka dalam penerapan ISO 9001:2008. Sebetulnya sangat simple untuk menentukan apa peran saya sebenarnya dalam penerapan ISO 9001 tersebut. Bagaimana caranya? Ok sekarang kita bicara hakikat bekerja. Dalam setiap pekerjaan dituntut adanya niat, kerja keras, pantang menyerah, bekerja sama, berdiskusi, berencana, dan lain-lain. Artinya jika kita bicara peran maka peran kita adalah minimal apa yang seharusnya kita lakukan untuk memenuhi target bekerja. Apa target bekerja? dalam pengertian yang sangat sempit maka target bekerja bisa berwujud memenuhi kapasitas produksi, mencegah kerusakan produk, memuaskan pelanggan, meningkatkan absensi karyawan, memperbaiki mesin rusak, dll. Dalam arti luas, maka target bekerja adalah menjadikan perusahaan kita "untung". Dengan laba atau keuntungan maka apa yang menjadi harapan semua orang dalam perusahaan sangat mungkin terwujud (kesejahteraan).

Kembali ke peran saya dalam penerapan ISO 9001, adalah apa yang menjadi peran kita dalam bekerja sehari-hari haruslah sesuai dengan prosedur kerja yang ditetapkan. Mengapa demikian, hal tersebut untuk mengurangi adanya potensi kegagalan kerja, potensi penyimpangan dan potensi pemborosan. Dalam bahasa yang mudah adalah ISO mengisyaratkan peran kita dengan disemanagati komitmen dan konsistensi untuk melakukannya.

Jumat, 22 Oktober 2010

Gagal Merencanakan Berarti Merencanakan Kegagalan

Project Planning, Scheduling & Control, 4E: A Hands-On Guide to Bringing Projects in on Time and on BudgetPernahkah Anda melakukan suatu kegiatan tanpa merencanakannya terlebih dahulu? Atau seringkah Anda melakukan kegiatan mendahuluinya dengan sebuah perencanaan? Apakah ada perbedaan antara yang terencana dengan yang tidak terencana?

Saat kita merencanakan kegiatan, sebetulnya Anda sedang merencanakan kesusksesan dari kegiatan tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika Anda melakukan kegiatan tanpa perencanaan, maka pada dasarnya Anda merencanakan sebuah kegagalan. Mau bukti? gampang sekali dan ini tentunya sering kita lakukan. Coba kita ingat saat 2 minggu lagi akan ada ujian semester, maka kita akan berusaha merencanakan suatu kegiatan seperti:
  • materi apa yang akan diujikan
  • perlu belajar sendiri ataukah berkelompok
  • perlu latihan soal atau cukup hafalan
  • catatan apa yang belum ada
  • kalau open book sudahkah ada buku referensi untuk ujian
  • di ruang mana dan siapa yang menjaga kelas
  • dlll
jadi, semakin cermat kita merencanakan sesuatu maka akan semakin dekat kita dengan keberhasilan. Merencanakan kegiatan pada prinsipnya adalah meminimalkan resiko dari apa yang  mungkin kita tidak bisa atasi. Semakin baik kita merencanakan maka semakin kecil pula resiko yang akan kita hadapi jikalau kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan kita.

Seberapa hebat Anda merencanakan pekerjaan Anda?


Kamis, 07 Oktober 2010

Apa itu Definisi Rencana Mutu?

Quality Lesson Plans for Secondary Physical Education - 2nd EdDalam ISO 10005:2005, rencana mutu didefinisikan sebagai dokumen yang menetapkan proses, prosedur dan sumber daya terkait yang akan diterapkan oleh siapa dan kapan untuk memenuhi persyaratan proyek, produk, proses atau kontrak. Lingkup rencana mutu dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 mencakup pada realisasi proses atau dalam klausul 7 saja.
  
Perusahaan yang sudah menerapakan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 memiliki lingkup proses yang terkait dengan penerapan rencana mutu (klausul.7 realisasi produk ISO 9001:2008). Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang sudah menerapakan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sudah pasti memiliki rencana mutu.
Rencana mutu merupakan bagian dari proses product realization atau realisasi proses. Walaupun hanya sebagian kecil dari sistem manajemen mutu, namun rencana mutu merupakan proses yang terkait langsung dengan pemenuhan persyaratan pelanggan. Hal tersebut dapat terlihat dari input dan output yang langsung terhubung dengan persyaratan pelanggan dan kepuasan pelanggan. Untuk perusahaan yang belum menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, dapat menerapkan rencana mutu terlebih dahulu sesuai standard ISO 10005:2005. Pertimbangan untuk menerapkan rencana mutu terkait dengan tingkat kerumitan proses dan biaya yang dibutuhkan untuk penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008.


Selasa, 10 Agustus 2010

ISO 9001 adalah basic management

ISO 9000 Quality Systems Handbook - updated for the ISO 9001:2008 standard, Sixth Edition: Using the standards as a framework for business improvement
Tahukah Anda bahwa ISO 9001 jika dicermati merupakan basic management dari sebuah organisasi. Konsep basic ini artinya ISO 9001 menjadi semacam referensi atau dasar bagi sistem manajemen lain yang diterapkan diorganisasi. Sebagai contoh :
  • persyaratan ISO 14001 sistem manajemen lingkungan terdapat pula persyaratan pada ISO 9001-nya (dokumentasi, pengendalian dokumen, catatan, resources management, corrective and preventive action, dll)
  • persyaratan ISO 17025 sistem manajemen laboratorium juga mengadopsi beberapa persyaratan ISO 9001.
Dengan basic tersebut apapun sistem yang anda rancang, maka persyaratan ISO 9001 dapat diintegrasikan sebagai sebuah kesatuan.

Selasa, 02 Maret 2010

Pendekatan Mutu untuk "Bisnis Sederhana"

Untuk perusahaan yang sudah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 tentunya bukanlah hal yang aneh, namun untuk perusahaan sederhana (home industry) perlukah menerapkan ISO 9001 juga?

Tidak ada aturan baku yang mengatakan bahwa perusahaan kecil tidak boleh menerapkan ISO 9001, namun yang ditinjau adalah efektifitasnya. Menerapkan ISO tidaklah sedikit biayanya, efektifkah perusahaan sederhana menerapkannya? Sementara tuntutan mutu yang prima sebagai modal persaingan bisnis sekarang ini merupakan suatu keharusan.

Solusi yang bisa diterima mungkin adalah mengadopsi nilai-nilai prinsip manajemen mutu ISO 9001 dalam praktek bisnis sederhana tersebut. Artinya kita sekedar menjalankan klausul-klausul persyaratan sistem manajemen mutu yang relevan saja tanpa perlu melakukan sertifikasi. Dengan cara tersebut maka penerapan mutu bisa dijamin tanpa perlu mengeluarkan biaya lebih baik untuk sertifikasinya maupun maintenance sistem itu sendiri.

Senin, 01 Februari 2010

Komitmen dan Konsisten Saat Kita Memimpin

Seorang teman pernah mengeluh, Susah untuk menjadi pemimpin yang baik!!!!

Bukanlah hal susah untuk menjadi seorang pemimpin? Yang susah adalah saat komitmen dan konsisten dituntut. Ki Hajar Dewantoro mengajarkan Ing Narsa Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Dalam bahasa yang sederhana seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memberi keteladanan, kemampuan untuk membangun organisasi dan kemampuan untuk memberi dorongan.

Ketiga hal tersebut kita yakin mungkin ada di diri kita. Namun untuk mempertahankan kita selalu komit dan konsisten terhadap hal tersebut hanya kita yang tahu. Sudah berapa puluh bahkan mungkin ratusan seorang pemimpin kelas dunia nisa jatuh saat komitmen dan konsisten sudah tidak melekat pada kepemimpinan.

Komitmen menuntut pemenuhan terhadap kewajiban sebagai seorang pemimpin dan konsisten sikap untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang sudah kita tetapkan. Dua hal ini setidaknya akan membawa kepemimpinan kita bisa menjadi lebih baik.

Dear Pembaca yang budiman

Tulisan kami dapat Anda copy dengan menyebutkan sumbernya di mutupro.blogspot.com