Rabu, 07 Juli 2010

Mengukur Customer Satisfaction

Customer Satisfaction Measurement for ISO 9000: 2000Seberapa puaskah pelanggan Anda? Bagaimana Anda mengukur kepuasan pelanggan? Mengukur kepuasan pelanggan adalah hal yang sangat mudah. Kenapa saya bilang mudah? karena pada prinsipnya kita adalah pelanggan dari produk dan jasa yang kita gunakan sehari-hari.

Sepatu yang kita pakai, apakah memuaskan kita. Makanan yang kita makan apakah memuaskan kita. Pelayanan bank yang kita rasakan apakah memenuhi standard pelayanan kita. Saat kita merasa puas, indikator termudah adalah kita mendatangi atau berusaha mengulang untuk membeli.
Anggaplah kita punya restoran. Jika kita mempunyai buku tamu, atau setidaknya kita mampu mengidentifikasi kehadiran pelanggan dalam membeli produk atau jasa kita, maka kita sudah mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Semakin sering pelanggan kita datang lebih dari 1x maka dapat dipastikan mereka puas. Tinggal bagaimana kita membuat sistemnya, apakah dengan buku tamu, menganalisa daftar menu yang dipesan, mencatat nomor mobil, memasang CCTV, dll. Itulah salah satu cara mengukur kepuasan pelanggan, banyak cara lain yang dapat Anda kembangkan agar bisnis Anda semakin sukses.

Kemampuan Mendengar

Listening: The Forgotten Skill: A Self-Teaching Guide (Wiley Self-Teaching Guides)Seberapa hebat Kita bicara dan bertindak, semua orang tahu Kitalah Juaranya. Namun, seberapa hebat Kita mampu mendengar, belum tentu Kita mampu.

Kemampuan mendengar adalah bukti bahwa Kita mempunyai "jiwa besar". Kekuasaan, jabatan, pangkat, dan kelebihan lain adalah ego yang sangat susah untuk tidak ditonjolkan. Saat Kita menjadi pendengar yang baik, maka segala ego tersebut harus kita rendahkan dan tidak ditonjolkan. Mengapa demikian? simpel, agar seseorang yang ingin kita dengar suaranya dapat mengeluarkannya tanpa beban atau sungkan karena posisi kita.

Mendengar juga sangat efektif dalam pola kepemimpinan di proses produksi. Semua permasalahan di produksi setiap saat muncul dikarenakan salah satunya adalah "people's problem". Dengan mendengar kita akan tahu sejauh mana masalah yang ada mengganggu jalannya proses produksi. Jadi, berlatihlah untuk menjadi pendengar yang baik. Believe it, Listening is power.

Selasa, 06 Juli 2010

Tips Mengarsip Dokumen ISO 9001

Oxford 01156 Oxford Portafile Expanding Organizer With 19 Pockets, Letter, BlackDalam penerapan ISO 9001:2008, hal yang tak kalah penting selain pencapaian target dalam sasaran mutu adalah bagaimana mengarsip dokumentasi ISO 9001:2008. Pengarsipan yang kami maksud termasuk untuk untuk elektronic filling system. Berikut ini adalah 2 tips bagaimana mengarsip dokumentasi ISO 9001:

1.Pastikan semua dokumen teridentifikasi dengan jelas. Jelas disini artinya mudah sekali untuk dibaca dan dibedakan antara satu dokumen dengan dokumen lain. Identifikasi dapat dilakukan dengan:
  • pemberian kode setiap bagian, contoh: 001 untuk QMR, 002 untuk Produksi, 003 untuk QA, dst
  • pemberian warna yang berbeda pada cover dokumen / odner. Merah untuk QMR, Hijau untuk QA, kuning untuk Engineering, dst
  • dan metode lain yang memudahkan untuk pembedaan.
 2.Buatkan peta simpan dokumen dalam satu sheet khusus. Sheet tersebut minimal memuat:
  •  Nomor dokumen, lokasi dokumen (lemari A/B/C), status dokumen (Terkendali/Tidak Terkendali), jenis dokumen (internal/external), Tanggal terbit/ edisi/ revisi, Penanggung jawab pengendalian, dst.
Dari semua metode identifikasi dokumen, yang paling sesuai adalah yang dapat mengakomodir semua kepentingan dalam internal organisasi.

Senin, 05 Juli 2010

Team Work untuk Sukses Bersama

Making Teams Work : 24 Lessons for Working Together Successfully (The McGraw-Hill Professional Education Series)Suksesnya team work adalah sukses bersama. Dalam team work terdapat semua potensi yang dibutuhkan dalam berusaha. Untuk menjadi team sukses, maka setiap individu bagian dari team haruslah mencapai sukses terlebih dahulu. Dan sebaliknya, jika kegagalan terdapat dalam anggota team, maka sukses team pun bisa terhambat.

Seperti layaknya peperangan, pemenang perang seharusnya adalah bukan sang jenderal ataupun sang prajurit, tapi pemenang adalah semua pihak dari prajurit hingga jendral. Suksesnya prajurit membawa suksesnya jendral, dan suksesnya jendral juga suksesnya prajurit. Jadi, jika anda sekarang bergerak dalam team work, jadikan diri Anda seorang juara dahulu untuk menuju team work yang sukses.

Menjadi bawahan yang baik

What Keeps Good Employees From LeavingKita sering menuntut pimpinan kita dengan sindiran "jadilah pemimpin yang baik". Jika sekarang kita berperan sebagai pimpinan, maka kita pun bisa melakukan sindiran yang sama "sudahkah Anda menjadi bawahan yang baik?".

Menjadi bawahan yang baik tidaklah susah, karena pada prinsipnya bawahan adalah perpanjangan fungsi tertentu saja dari seorang fungsi pimpinan. Ibarat sebuah mobil, pimpinan adalah si pengemudi dan setiap komponen dari mobil (ban, rem, kaca, busi, bahan bakar, dll) adalah bawahannya. Jika Anda sebagai ban, maka menggelindinglah sesuai gas yang diinjak si pengemudi. Jika Anda sebuah rem, maka tahanlah laju mobil ini sesuai keinginan pengemudi. Jadi, anda dapat bayangkan jika keinginan pengemudi tidak bisa dipenuhi oleh masing-masing komponen maka laju mobilpun tidak akan sempurna.

Peduli Mutu Peduli Biaya

Production Systems Engineering : Cost and Performance OptimizationPernahkah anda hitung-hitungan hubungan antara mutu dan biaya? Percayakah Anda bahwa mutu yang baik akan menghemat biaya?

Dalam praktek dunia bisnis, hanya yang berorientasi mutulah yang akan menjadi pemenang? mengapa demikian?. Seperti kita tahu bahwa ukuran mutu menjadi penentu sebuah produk atau jasa dapat diterima atau tidak oleh pelanggan kita. Dengan jaminan mutu produk dan jasa yang konsisten akan menjadikan pelanggan kita menjadi loyal. Loyalitas pelanggan inilah yang secara terus menerus memberi jaminan keuntungan usaha.

Mutu yang tercipta dilandasi juga kepedulian untuk mengurangi pemborosan-pemborosan yang terjadi, baik dalam bentuk pemborosan produk, proses, energi, waktu, man power, dll. Dengan mengurangi pemborosan, maka biaya proses akan menjadi semakin kecil dan margin keuntungan semakin besar. Sehingga kepedulian terhadap mutu terkait erat dengan kepedulian terhadap biaya proses.

Bagaimana mengukur efektivitas perbaikan?

The Improvement Guide: A Practical Approach to Enhancing Organizational PerformanceMengukur efektifitas perbaikan sangat penting untuk mengetahui apakah perbaikan yang dilakukan memenuhi persyaratan yang diharapkan. Apa itu persyaratan yang diharapkan? sangat banyak persyaratan yang diharapkan dari sebuah improvement atau perbaikan. Berikut ini contoh persyaratan yang diharapkan:
  • tidak muncul lagi permasalahan yang sama
  • dapat diterapkan dengan mudah
  • tidak memerlukan investasi yang besar
  • meningkatkan produktivitas
  • meningkatlkan kualitas 
  • dlll
Bagaimana mengukur efektifitas perbaikan yang sudah kita lakukan? Seperti dijelaskan didepan bahwa setiap persyaratan yang diharapkan haruslah dapat dipenuhi. Persyaratan tersebut pada dasarnya adalah kriteria untuk menilai efektifitas. Jadi dengan memenuhi harapan sebuah perbaikan, maka Anda juga dapat menilai efektifitasnya. Jika pemenuhan tersebut lebih dari 80% maka dapat dikatakan secara umum perbaikan yang Anda lakukan adalah efektif. Namun demikian kriteria keefektifan haruslah ditetapkan terlebih dahulu sebelum dimulai. Semakin baik dan bernilai dari sebuah kriteria yang ditetapkan, maka akan semakin terarah pula perbaikan yang dilakukan.

Sabtu, 03 Juli 2010

Data yang baik atau data yang benar?

Measurement and Data Analysis for Engineering and Science, Second EditionMana yang akan Anda pilih.....
Data yang baik seperti contoh berikut:
Nilai kelulusan yang didapat Anda adalah 4, standard minimal adalah 6. Nah agar data tersebut  terlihat baik, maka Anda ubah menjadi 7, sehingga seolah-olah lulus dengan cukup baik.

Data yang benar seperti contoh berikut:
Nilai kelulusan yang didapat Anda adalah 4, standard minimal adalah 6. karena Anda yakin bahwa memang Anda layak dapat 4, maka kebenaran tersebut Anda pertahankan, walaupun dengan resiko Anda tidak lulus.

Dalam praktek pengukuran terhadap suatu proses, produk atau kinerja, sering kita berbenturan pada data seperti apa yang harus kita isi. Data yang baik atau data yang benar. Untuk menjadi data yang baik, maka data awal yang anda peroleh dapat diubah atau dimodifikasi sehingga kelihatan baik. Jika ini Anda lakukan maka banyak atasan akan menyukai anda karena data yang Anda sampaikan semuanya baik. Istilah sekarang "asal Bapak senang".
 
Cobalah Anda laporkan data yang benar, maka ada dua kemungkinan ketika Anda melaporkan ke atasan Anda. Yang pertama jika data tersebut benar dan baik maka Anda akan dipuji. Yang kedua, jika data yang benar menunjukkan ketidakbaikan, mungkin anda akan dinilai kurang kompeten dalam mengambil data atau atasan Anda berterima kasih atas masukan data yang dapat dijadikan input perbaikan.

Dalam praktek ISO 9001:2008, kendala utama dalam data adalah bagaiman kita secara konsisten merecord data yang benar. Data yang baik tentunya akan terlihat di mata auditor eksternal sangat baik, dan data yang benar kadang takut untuk ditunjukan ke auditor. Sekarang Anda tinggal pilih mau membuat data yang baik atau data yang benar?

Rabu, 30 Juni 2010

Menciptakan Loyalitas Pelanggan

The Loyalty Effect: The Hidden Force Behind Growth, Profits, and Lasting ValueSudah loyalkah pelanggan Anda? bagaimana membuat mereka loyal terhadap produk kita? Dalam keseharian kita, loyalitas sesungguhnya sudah kita terapkan dalam praktek. Cek pernyataan ini:
  • saya hanya mau makan di restoran itu
  • kalau bukan merk ini saya mendingan ngga usah pakai
  • kalau ngga terpaksa saya ngga akan mau pakai merk ini
  • ngga tau lah, kalau saya pakai produk ini, saya merasa nyaman dan aman
  • bagi saya duit nomer sekian asalkan saya bisa dapatkan produk ini
seharusnya juga Anda tahu bukan bagaimana untuk membuat loyal pelanggan Anda. Dalam persaingan bisnis, loyalitas sangat diperlukan untuk kita tumbuh.Loyalitas sangat diperlukan sebagai indikator produk kita diterima. Namun, untuk diterima bukanlah hal mudah. Bahkan mungkin kita perlu bertahun-tahun untuk membuat pelanggan kita loyal. nah, kalau sudah loyal, pertahankan dan service terus tanpa henti, sehingga berapapun harga kita tawarkan ....no problem bagi mereka.

Senin, 28 Juni 2010

Tarif Konsultan ISO 9001

Getting Started in ConsultingBerapakah tarif konsultan ISO 9001 di pasaran Indonesia?
Jika anda akan menggunakan jasa konsultan ISO 9001, sebelum menandatangani kontrak dengan konsultan, terlebih dahulu saya berikan tips-tipsnya :
  1. Pastikan jadwal konsultasi di terima dengan cukup detail (kapan, dimana, siapa saja, manfaat dan target, serta untuk apa). jadwal tersebut untuk menilai apakah dengan jumlah uang yang akan kita bayarkan sebanding dengan program konsultasi yang ditawarkan.
  2. Jika penawaran terlalu mahal, tanyakanlah dan buktikan bahwa uang tersebut tidak sia-sia kita bayarkan ke konsultan.
  3. Cek track record dengan cara mencari informasi sebanyak mungkin konsultan yang akan kita kontrak. Mintalah CV atau resume bila perlu testimoni jika ada untuk memastikan kredibilitas konsultan.
  4. Mintalah garansi bahwa si konsultan pasti memberi nilai tambah ke perusahaan.
  5. Berikan pasal-pasal dimana dapat diputuskan sepihak apabila konsultan tidak memenuhi pasal-pasal tersebut. Hal  ini untuk menjamin ke Konsultan sebelum proyek selesai tidak boleh ada kendala konsultasi.

Jumat, 25 Juni 2010

Tips Awal Untuk Sertifikasi ISO 9001:2008

Salah satu kunci awal suksesnya penerapan ISO 9001 adalah konsistensi dan komitemen dalam menjalankan aturan dalam persyaratan ISO 9001. Komitmen dan konsistensi harus dimulai dari pimpinan puncak hingga pimpinan terbawah.

Ikuti pola kepemimpinan seperti yang diajarkan Ki Hajar Dewantoro, Ing ngarso sung tulodho (tauladan), ing madya mangun karso (pembangkit), dan tut wuri handayani (pendorong).

Selasa, 22 Juni 2010

Mengendalikan Proses Produksi

Toyota Production System: Beyond Large-Scale ProductionBagaimana mengendalikan proses produksi dengan lebih baik? 
Bagaimana memulai sebuah proses pengendalian?
Bagaimana menilai efektifitas proses pengendalian?

Dalam setiap proses produksi sering kita menjumpai istilah "mengendalikan produksi". Bagi yang sudah mengerti filosofi mengendalikan tentunya tidak akan kesulitan dalam mengendalikan proses produksi. Mengendalikan kendaraan artinya jika terlalu cepat kita rem dan jika terlalu lambat kita tambah kecepatannya. Kendaraan terkendali jika kecepatannya masuk dalam batas "aman" berkendara. jadi, mengendalikan artinya memastikan semua parameter proses masih masuk dalam range standard atau persayaratan.

Proses produksi adalah proses yang complicated. Terdapat faktor 4M yaitu manusia, material, mesin dan metodologi yang kesemuanya harus dikendalikan.Mengendalikan proses produksi pada prinsipnya adalah mengendalikan variasi dari faktor 4M. Kita tahu bahwa variasi adalah sifatnya natural, artinya semua object tidak akan pernah sama persis, ada perbedaan secara alami didalamnya dan bisa muncul secara kasat mata ataupun tidak terlihat. 

Kita lihat variasi yang muncul dari 4M tersebut. Manusia kadang rajin, senang, gembira, sedih, tidak termotivasi, terlalu semangat, ambisi dan pasif. Material terkadang lembek, keras, panas, dingin, berat, ringan, dan berbau. Mesin kadang rusak, tidak stabil putarannya, berisik, kurang presisi, dan cepat panas. Metode kadang susah dipahami, mudah dilaksanakan, membingungkan, kurang efektif dan tidak terbaca. Jadi jika 4M yang ada di produksi dapat Anda kendalikan, maka proses produksipun bisa dikatakan terkendali. Selamat mengendalikan.

Senin, 21 Juni 2010

Manfaat Data Analysis

Head First Data Analysis: A Learner's Guide to Big Numbers, Statistics, and Good DecisionsSeberapa sering Anda melakukan data analysis dari aktivitas harian Anda?
Pengalaman menunjukan bahwa diantara kita masih kurang memanfaatkan data yang sudah kita kumpulkan menjadi sebuah kesimpulan penting. Salah satu contoh adalah seperti dibawah ini:

Di suatu perpustakaan SMA disediakan daftar tamu berkunjung yang memuat nama, kelas, jam berkunjung, tujuan kunjungan dan buku yang akan dipinjam. Setelah satu tahun terakhir daftar kunjungan tersebut dimpan saja dan diganti dengan yang baru mengikuti tahun ajaran baru. Alangkah sayangnya data terkumpul tersebut hanya menjadi file arsip tanpa kita tahu apa yang bisa diambil dari daftar kunjungan tersebut. 

Dengan data tersebut, kita dapat buatkan analisa yang kesimpulan akhirnya seperti hal-hal berikut ini:
  • Siapa saja yang paling sering berkunjung ke perpustakaan
  • Kelas mana yang paling rajin ke perpustakaan
  • Buku apa yang paling sering dipinjam
  • Jam berapa biasanya sangat ramai kunjungan
  • Buku apa yang paling banyak dicari
Data tersebut jika dianalisa lebih lanjut maka kita juga akan dapat informasi:
  • Kebutuhan perpustakaan yang perlu disediakan
  • Penambahan jumlah staff perpustakaan
Nah, dari contoh di atas sedikitnya kita ada bayangan akan melakukan apa dengan data yang ada seperti absensi karyawan, data jumlah kecelakaan kerja, data kerusakan mesin, data perbaikan komputer, data distribusi dokumen, data claim, data komplain, data pengiriman, dan data-data lain yang mungkin sampai saat anda baca tulisan ini masih teronggok di gudang arsip.

Jumat, 18 Juni 2010

Menghadapi Auditor Eksternal

CISA Certified Information Systems Auditor All-in-One Exam GuidePernahkah Anda diaudit oleh auditor eksternal?
Mungkin bagi beberapa orang saat pertama kali menghadapi auditor eksternal (customer ataupun badan sertifikasi ISO) merupakan suatu beban tersendiri (grogi, gugup, takut salah menjawab, belum siap, kurang percaya diri, dll). Selama beban tersebut tidak berlebihan maka sikap tersebut adalah wajar saja.

Menghadapi auditor eksternal janganlah menjadi beban, sebab mereka pun juga seperti kita, seorang pekerja yang sedang menjalankan tugasnya sebagai auditor dan kita sebagai auditee. Kedudukan kita sama dengan mereka. Ubahlah mindset kita bahwa auditor bukanlah seseorang yang harus "dihindari" tetapi perlu didekati untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan kita saat mengaudit kita. Auditor sudah pasti mempunyai pengalaman yang lebih dalam memahami ISO 9001, dikarenakan jam terbang ke berbagai perusahaan dengan tipe penerapan yang berbeda-beda.

Berikut ini tips-tips menghadapi auditor:
  • auditor adalah tamu perusahaan, jadi sambutlah dengan baik layaknya seorang tamu
  • auditor adalah manusia, jadi tidak perlu kita takut karenanya. saat jeda atau istirahat tanyakanlah hal-hal kecil mengenai auditor seperti tinggal dimana, senangkah tinggal di sana, sudah berapa lama tinggal di sana, dan sebagainya. Pertanyaan ini akan mencairkan suasana yang mungkin sempat beku karena belum mengenal satu sama lain.
  • Jawablah pertanyaan auditor dengan memberikan fakta dan data, sehingga bagi auditor data dan fakta tersebut dapat dijadikan catatan untuk perbaikan atau penyempurnaan. Hindari asumsi atau jawaban asal-asalan yang membuat auditor berpikiran Anda bukanlah orang yang jujur. Ingat bahwa auditor adalah  manusia yang dapat memberikan apresiasi bahwa kejujuran Anda berharga dibanding informasi menyenangkan yang merupakan kebohongan.
  • Buatlah senyaman mungkin auditor saat berkunjung. Image anda sebagai tuan rumah yang baik akan membekas di benak auditor. Sehingga awal kebaikan inilah yang akan membuka kebaikan-kebaikan lain selanjutnya.
  • dan masih banyak lagi cara yang dapat kita lakukan untk menjamu auditor dari pada kita hanya sibuk menyiapkan data supaya saat audit tidak terjadi temuan.
Di artikel mendatang saya akan menulis lanjutan dari artikel ini.

Rabu, 16 Juni 2010

Merancang Bisnis Proses Manual Mutu sesuai ISO 9001:2008

The Memory Jogger 9001:2008: Implementing a Process Approach Compliant to ISO 9001:2008 Quality Management Systems StandardsMungkin banyak diantara kita yang masih gamang bagaimana membuat manual mutu ISO 9001:2008 yang sesuai dengan lingkup bisnis proses kita. Berikut ini adalah tips-tips untuk merancang manual mutu disesuaikan dengan peta bisnis proses:
  1. Buatlah peta bisnis proses yang memuat identifikasi : Suplier-Input-Proses-Output-Customer (SIPOC). Masing masing proses harus menggambarkan urutan antar proses sehingga terlihat ujung dan akhir dari sebuah proses. Pada dasarnya Bisnis proses adalah gabungan proses dari lingkup yang lebih kecil seperti proses di bagian, proses di departemen atau proses di divisi.
  2. Tetapkan proses utama bisnis Anda misalnya : Jasa Pelayaran, Jasa Pendidikan, Manufaktur Metal Dies, Jasa Penerbangan, Jasa Training, Jasa Manufaktur Part Component Automotive, dll.
  3. Setiap proses utama akan terkait dengan Customer Oriented Process (COP) dimana input dan output berhubungan langsung dengan pelanggan. Contoh proses pembayaran, proses order, proses claim, dsb.
  4. Setiap proses utama juga didukung oleh proses pendukung seperti maintenance mesin, human resources, rekruitmen, pengadaan, dll.
  5. Setiap proses utama juga dilingkupi proses manajemen seperti proses audit internal, pengendalian dokumen dan data, manajemen review, tindakan perbaikan dan pencegahan, dll.
  6. Buatlah proses mana yang dikecualikan (proses ini tidak perlu digambarkan dalam peta bisnis namun dijelaskan pada ruang lingkup manual mutu).
  7. Buatlah ketentuan jika terdapat proses yang disubkontraktorkan / diambil alih oleh pihak ketiga.
  8. Buatlah identifikasi yang jelas pada bisnis proses tersebut seperti tanggal terbit, revisi, pengesahan dan iddentifikasi pengendalian dokumen.
Setiap organisasi adalah unik, artinya satu sama lain bisa berbeda bisnis prosesnya. Yang sama adalah adanya gambaran SIPOC dari setiap organisasi yang menjalankan ISO 9001:2008.

Kamis, 10 Juni 2010

Analisa Akar Masalah

Root Cause Analysis: Simplified Tools and Techniques, Second EditionSetiap masalah selalu mempunyai akar masalah. Akar masalah sangat penting diketahui untuk melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan secara efektif. Untuk mengukur efektifitas tindakan perbaikan, tips berikut ini mungkin dapat dipakai sebagai acuan untuk menetapkan kriteria efektif:
  • tidak berulangnya kasus yang sama
  • bisa diterapkan
  • tidak membutuhkan investasi yang sangat tinggi
  • fleksibel dengan komponen lainnya
  • mudah dievaluasi
  • dll
Jika saat ini efektif, mungkinkah bulan depan atau tahun depan bisa muncul kembali masalah yang sama? sangat mungkin, karena faktor variasi akan muncul secara alami dari faktor man, material, method, and machine.

Senin, 17 Mei 2010

Bisakah tanpa ISO 9001 perusahaan bisa memuaskan pelanggan?


Sangat Bisa!!!
Seperti halnya kita menjawab pertanyaan, bisakah tanpa SIM seseoang bisa mengendarai kendaraan dengan baik? Bisa bukan?

Jika persepsi ISO 9001 hanya untuk meneria selembar sertifikat maka perusahaan tidak akan bisa memuaskan pelanggannya dengan maksimal. Namun jika kasusnya ISO 9001 memang menjadi niatan baik untuk memuaskan pelanggan agar bisnis terus bergulir maka sertifikat akan menjadi semacam pengingat, bahwa pelanggan menaruh harapan besar untuk selalu ingin dipuaskan.

Perusahaan tanpa ISO pun bisa menerapkan prinsip ISO. Faktanya klausul-klausul dalam ISO 9001 adalah sudah ada dan sifatnya natural jika seseorang ingn menjalankan bisnisnya dengan baik. Contoh nilai-nilai natural dalam berbisnis adalah :
Bukankah setiap pelanggan memang ingin selalu dipuaskan?
Bukankah merencanakan kegiatan memang diperlukan dalam setiap aktivitas?
Bukankah pekerja yang belum bisa memang harus di training?
Bukankah sebuah ketidaksesuaian harus dicegah dan diperbaiki?
dan masih banyak lagi...

Kuncinya adalah semakin kita menerapkan nilai-nilai untuk kepuasan pelanggan semakin ketat (bahkan mungkin diatas persyaratan ISO 9001) maka tanpa sertifikat ISO 9001 pun kita akan tetap eksis.

Rabu, 12 Mei 2010

ISO 9001 Bukan Manajemen Arsip

Quality Management for Organizational Excellence: Introduction to Total Quality (6th Edition)Pengalaman kami menunjukan bahwa penerapan ISO 9001 memang membawa manfaat pada perbaikan sistem dokumentasi dan pengarsipan. Namun, jika penerapan tersebut hanya mendapatkan improvement dari sisi dokumen, maka peusahaan Anda termasuk yang merugi.

Kenapa merugi???? karena sebenarnya target yang dicapai adalah adanya kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan akan memberi kesempatan untuk perusahaan Anda berkembang lebih baik. Dengan perkembangan bisnis yang signifikan, maka apapun yang akan dilakukan perusahaan menjadi serba "mungkin". Menaikan kesejahteraan sangat mungkin, menambah mesin sangat mungkin, meluaskan usaha sangatlah mungkin, dan mungkin-mungkin lainnya yang sangat dekat dengan kepastian.

Indikator tercapainya manfaat penerapan ISO 9001 dapat terlihat dari :
  • order yang semakin meningkat
  • meningkatnya loyalitas pelanggan
Jika dua hal tersebut dapat dicapai maka secara bisnis perusahaan anda memenuhi syarat minimum untuk menjadi besar. Sudahkah 2 hal tersebut tercapai? atau perusahaan Anda hanya cukup dengan manajemen arsip yang baik saja? pilihan ada di Anda semua.

Jumat, 16 April 2010

Improvement atau Kompetitor Menggilas Kita

Strategic and Competitive Analysis: Methods and Techniques for Analyzing Business CompetitionPercayakah Anda kalau Anda tidak melakukan improvement anda akan tergilas kompetitor?

Di era serba terbuka pelanggan mempunyai hak untuk tahu seberapa jauh produk atau jasa yang akan kita berikan bisa memberi nilai tambah. Apalagi pelanggan harus membayar dengan jumlah yang besar. Pilihan sulit memang ketika kompetitor dengan harga sedikit lebih rendah dengan kualitas sama mengambil calon potensial pelanggan kita. Apa yang terjadi kenapa kompetitor bisa menurunkan harga sementara kita tidak bisa???

Kita lihat fakta yang ada di sekitar kita:
  • harga sama namun service kompetitor lebih baik
  • layanan purna jual kompetitor lebih manusiawi
  • kompetitor memiliki hotline 24 jam
  • kompetitor mengerti kesulitan pelanggan
  • kompetitor design produknya selalu up date
  • dsb
Apa yang akan kita lakukan setelah kita tahu kompetitor mengancam bisnis kita? lakukan segera improvement. Dalam praktek beberapa perusahaan melakukan improvement dengan pendekatan QCDSMPE (quality, cost, delivery, safety, morale, productivity, environtment). Jangan lupa mengenai fokus dan prioritas pada improvement yang mendesak. Selamat berimprovement!!!!!

Sabtu, 03 April 2010

Menjadi Hebat Dengan Sedikit Modal

Seberapa hebatkah kita dengan harta kita, titel kita, jabatan kita, dan orang tua kita? Jikalau untuk menjadi hebat kita perlu harta, pendidikan, titel dan pengaruh orang tua, maka kita adalah orang hebat yang tergantung. Artinya jika harta, titel, jabaan dan orang tua kita terlepas maka kita akan menjadi tidak hebat lagi.

Menjadi hebat itu mudah, dan itupun sudah dipraktekan oleh banyak orang. Namun kehebatan tersebut tidak akan terbaca ketika standard hebat dimata kita berbeda dengan orang lain. Ukuran menjadi hebat adalah sangat mudah, ketika seseorang yang melakukan aktivitas secara konsisten dengan tulus dan diniatkan untuk memberi kebaikan kepada orang lain maka dia sudah bisa dikatakan hebat.

Mau bukti, lihat orang tua kita. Bukankah mereka hebat dan luar biasa? Lihatlah petani yang mencangkul tanahnya selama bertahun-tahun tetapi tidak mengeluh kenapa harga beras selalu kurang bersahabat? Lihatlah nenek penjual pisang yang berjalan turun gunung seharian hanya untuk menukar pisangnya dengan beberapa lembar rupiah yang yang mungkin akan habis saat kita sekali jajan. Masih banyak orang hebat disekitar kita, asalkan standard hebat kita samakan dulu persepsinya. Setujukah Anda?

Sabtu, 27 Maret 2010

Quality Assurance Book : Quality Software Management

Quality Software Management: Systems Thinking

Editorial Reviews

"This is one of those landmark books that comes along at the right time and addresses the right set of issues." -- Shel Siegel, CASE Trends


"Weinberg addresses more clearly the form and essence of quality that we software people worry about." -- Ed Yourdon, American Programmer





Product Description
In this first volume of the Quality Software Management series, Gerald M. Weinberg tackles the first requirement for developing quality software: learning to think correctly -- about problems, solutions, and quality itself. Guidelines on management are introduced to stimulate the kind of thinking needed.

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan (Training Need Analysis)

Training Needs Analysis: A Resource for Identifying Training Needs, Selecting Training Strategies, and Developing Training PlansDalam praktek implementasi ISO 9001:2008, siapakah yang harus ditraining untuk memenuhi kualifikasi / kompetensi personel?


ISO 9001:2008 mensyaratkan adanya kompetensi berdasarkan pendidikan, keterampilan dan pengalaman. Namun, untuk memulai sebuah program training, bagaimana caranya? Beberapa perusahaan memulai untuk program training dengan melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan. Identifikasi ini menetapkan "kebutuhan dasar" dari sebuah fungsi jabatan dengan memperhatikan level minimum dari pendidikan, pengalaman dan keterampilan.


Dengan identifikasi ini, maka akan diketahui adanya "gap" dari kebutuhan dengan aktual pencapaian kompetensi fungsi jabatan. Gap inilah yang menjadi dasar ditetapkannya program training. Artinya, training yang dilakukan didasarkan pada kebutuhan (Training Need Analysis / TNA) perusahaan bukan pada pemenuhan semata adanya training. Inilah yang kita sebut sebagai efektifitas training.

Langkah selanjutnya setelah identifikasi adalah pembuatan program training tahunan, dilanjutkan dengan realisasi training dari program yang dibuat. Dan yang terakhir adalah proses evaluasi training itu sendiri. Evaluasi akan menunjukan seberapa jauh pengaruh training terhadap kinerja personel yang kesimpulan akhirnya adalah kebutuhan training terpenuhi dengan naiknya tingkat kompetensi personel.

mutu-PRO: Bagaimana Memilih Konsultan ISO 9001???

mutu-PRO: Bagaimana Memilih Konsultan ISO 9001???

Minggu, 21 Maret 2010

Bagaimana Memilih Konsultan ISO 9001???

Tahukah Anda bahwa memilih konsultan ISO 9001;2008 sangat mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan Anda? Cek fakta berikut ini yang pernah saya temui:
  • Saya baru tahu pak kalau melakukan hal seperti itu tidak melanggar ISO...
  • Kenapa begitu simple ya pak, beda saat konsultan kami dulu menjelaskannya...
  • Kok bapak tahu kalau pekerjaan operator itu punya karakteristik khusus...
Setiap konsultan punya cara tersendiri untuk mentransformasikan ilmu dan pengalamannya ke klien dengan bahasa mereka sendiri. Untuk memilih konsultan, berikut ini adalah tipsnya:
  • Tanyakan Apa yang membuat kami harus memakai jasa konsultasi dari Anda?
  • Silahkan Anda masuk ke dalam perusahaan kami plant tour selama 1 jam, dan ceritakan ke kami Apa yang Anda Dapat!
  • Bagaimana Anda mentransformasikan Ilmu Anda dalam bahasa operator, middle management dan top management.
  • Kenapa tarif yang Anda kenakan nilainya seperti itu, padahal menurut data penawaran dari beberapa konsultan nilai Anda termasuk ketinggian.
Pertanyaan tadi bisa disampaikan saat uji fit and proper test untuk menyeleksi mana yang terbaik. Disitu akan terlihat, tingkat kompetensi konsultan dan seberapa besar si konsultan akan memberi Added Value bagi perusahaan Anda. Selamat memilih...

Selasa, 09 Maret 2010

Mampu dan Mau

Pilih mana antara mau duulu atau mampu dulu?

Ada kondisi dimana orang merasa mampu tapi tidak mau atau sebaliknya mau tetapi tidak mampu. Jika ada pilihan mana yang akan kita pilih??? Yang ideal memang mau dan mampu. Namun tidak selamanya pilihan ideal itu kita bisa capai.

Dengan kemauan yang keras dan pantang menyerah sebesar apaun ujian akan bisa kita lewati, meskipun jalannya akan lebih panjang karena kita sedikit kemampuan. Dengan kemampuannya yang tinggi tetapi tidak mau untuk mentransformasikan kemampuannya, maka yang akan kita lihat adalah makin pintar orang makin banyak menipu, makin kaya akan makin pelit, dan makin mampu akan makin sombong.

Namun demikian, kebanyakan mau tanpa mampu bisa dikatakan kita malas berusaha. kemauan yang tinggipun belum cukup tanpa action untuk mewujudkan kemauan tersebut. Jadi, mau atau mampu duluan?

Banyak bukti menunjukan bahwa modal awal untuk kemajuan adalah kemauan. Fakta menunjukan bahwa negara modern maju karena ada modal kemauan untuk maju. Tapi negara besar bisa hancur saat para pimpinannya tidak ada kemauan untuk mempertahankan diri menjadi bangsa yang besar. Silahkan cek di lingkungan kita, Apakah pilihan mau dulu lebih baik daripada mampu dulu.

Senin, 08 Maret 2010

Bagaimana Merespond Claim Customer?

Tidaklah mungkin sebuah produk yang dijual dalam skala besar bebas dari claim customer. Jika claim pasti terjadi, maka apa yang harus kita lakukan?

Merespond claim dengan cepat dan teapat adalah cara terbaik untuk mengurangi resiko terganggunya hubungan bisnis dengan customer. Berapa target waktu yang harus disediakan untuk merespond claim? Saat itu juga saat kita terima informasi baik melalui email, fax ataupun telepon.

"Baik Bapak, Claim yang bapak ajukan sudah kami terima dan akan kami tindak lanjuti. paling lama 2 jam ke depan kami akan informasikan ke Bapak mengenai tindakan koreksi yang sudah kami lakukan"

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh produk kami, segera kami akan ganti dengan yang baru pak. Mohon ditunggu dalam 30 menit teknisi kami sudah di tempat Bapak"

Dan masih banyak lagi contoh respond cepat yang bisa kita sampaikan ke pelanggan. Bisa kita bayangkan jika respond yang kita lakukan lamabat atau tidak tersampaikan ke pelanggan, maka mereka akan mencari peluang untuk memutus bisnis.

Mengapa Menerapkan ISO 9001 Seolah-olah Sulit???

Apakah Anda pernah merasa bahwa menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 malah mempersulit pekerjaan? jika jawaban Anda iya, jangan kuatir, karena memang bagi beberap orang faktanya seperti itu.

Mengapa menjadi sulit? Seperti halnya kita belajar dan mempraktekan matematika. Ada teman  yang dengan mudahnya paham sementara kita agak kesusahan untuk memahaminya. Diluar faktor daya tangkap yang berbeda-beda dalam memahami matematika, ada satu hal yang memiliki kesamaan agar kita paham matematika. Ya, suka dulu dengan matematika. Pikirkan betapa hebatnya ilmu ini, disetiap sudut kehidupan banyak sekali penetrapan matematika. Alangkah ruginya jika ilmu ini kita tidak kuasai. Teruslah kembangkan rasa suka ini dengan cara berpikir "Apa untungnya buat saya jika saya paham ilmu ini".

Kembali ke masalah ISO 9001 yang kata orang "membebani kerja". ISO 9001 tidak pernah berbicara masalah teknis implementasi. ISO 9001 bersifat generik dan isinya sangat sesuai dengan kaidah manajemen secara umum  artinya persyaratan-persyaratan di ISO 9001 merupakan bagian aktivitas pekerjaan yang mungkin tanpa kita sadari kita sudah melakukannya.
Contoh : Setiap ketidaksesuaian bukankah memang harus diperbaiki, bukankah sudah selayaknya kita paham apa yang pembeli inginkan, bukankah wajar karyawan baru perlu diarahkan atau ditraining. ISO 9001 betul mengatur mengenai tindakan perbaikan, memahami persyaratan pelanggan dan meminta ada program training. Namun, bagaimana cara kita memperbaiki ketidaksesuaian, bagaimana cara kita memahami pelanggan, dan bagaimana cara kita mentraining orang, tidak pernah disyaratkan secara tertulis di klausulnya.

Jadi, hal yang mungkin membuat kita sulit menerapkan ISO 9001 bisa disebabkan kita salah mendesain "bagaimana cara menerapkannya". Jika ada cara yang mudah mengapa bagi beberapa perusahaan menerapkannya dengan cara yang susah?????

Jumat, 05 Maret 2010

Berapa Besar Biaya Mutu "Quality Cost " di Perusahaan Anda?

Berapa besar biaya mutu yang Anda keluarkan dalam 1 tahun terakhir? bagaimana perusahaan anda menghitung biaya mutu? Dan apa pengaruhnya bagi bisnis jika biaya mutu tidak terkontrol?

Dalam praktek bisnis (perusahaan manufaktur) parameter biaya mutu umumnya mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk ketidaksesuaian mutu, perbaikan mutu, menjamin mutu (quality assurance) dan maintenance mutu. Ketidaksesuain mutu bisa muncul dari reject / defect / cacat yang dihasilkan selama proses. Sehingga semakin tinggi angka reject maka semakin tinggi pula biaya mutunya. Dan jika ditemukan cacat tersebut di user pelanggan, maka biaya mutu yang dikeluarkan akan menjadi berlipat-lipat. Perbaikan mutu mencakup biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki cacat produk. Biaya quality assurance termasuk biaya qiuality design, reasearch dan pelatihan. Biaya maintenance mutu  termasuk biaya sertifikasi dan surveillance audit ISO 9001 atau sistem manajemen lainnya.

Jadi, dengan mengidentifikasi semua sumber ketidaksesuaian produk atau sistem, tahap awal kita bisa hitung quality cost-nya. Makin tinggi angka ketidaksesuaian maka akan tinggi pula angka cost-nya. Semakin jauh ditemukan penyimpangannya (misal di user di luar negeri) maka biaya yang dikeluarkan menjadi berlipat pula. Dan biaya paling besar yang dikeluarkan adalah biaya untuk membangun ulang "image" perusahaan yang tercoreng akibat adanya claim, complaint ataupun product recall from market.

Kamis, 04 Maret 2010

Mengapa ISO 9001 Memerlukan Dokumentasi ????

Dokumentasi mutlak diperlukan dalam menjalankan sistem manajemen mutu ISO 9001 baik berupa hard copy ataupun soft copy. Keberadaan dokumen tersebut didesain sedemikian rupa sehingga tidak menghambat jalannya sistem melainkan mempermudah.

Mengapa dokumentasi tersebut penting? ya, karena yang menjalankan sistem tersebut adalah manusia. Dengan dokumentasi para pekerja akan diarahkan bekerja secara teratur, seragam, tidak tumpang tindih, menghindari konflik, memperlancar kerja dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan komitmen dan konsistensi semua personel untuk mematuhi apa yang tertulis di dokumen.

Tapi, mengapa dokumen yang bagus sekalipun prakteknya banyak sekali pelanggaran???? jawabannnya sama halnya dengan ada UU lalu lintas namun jumlah kecelakaan terus bertambah, ada pelajaran Agama di sekolah namun kejahatan juga tidak menyusut, dll. Jadi bukan pada apa yang tertulis, namun kepada si pelaksananya.

Rabu, 03 Maret 2010

Kekuatan Team Work

Making Teams Work : 24 Lessons for Working Together Successfully (The McGraw-Hill Professional Education Series)Jika kita merasa berangkat kerja merupakan saat-saat yang membosankan, bertemu atasan menrupakan musibah, dan meeting bersama merupakan ajang saling memojokkan, maka kita mengalami sebuah kondisi dimana team work tidak berjalan dengan baik.


Bukankah dengan team work semua permasalahan apapun yang kita alami bisa menjadi lebih ringan??? Tepat sekali. Team work secara psikologis akan menjadi pemicu adanya sikap loyalitas dan kenyamanan dalam bekerja. Namun sebaliknya tatkala team work seperti "musuh dalam selimut" maka setiap saat di tempat kerja adalah ketidaknyamanan. 

Ibarat sebuah lidi, tidak akan bisa digunakan untuk membersihkan kotoran sampai ia diikat satu dengan yang lain membentuk sapu. Sapu inilah yang kita sebut team work. Sudahkah team work Anda membuat suasana kerja sangat nyaman?

Mencoba Peluang Bisnis Dengan Sedikit Modal

Mencoba peluang bisnis membutuhkan keberanian. Cenderung kita berpikir takut akan resiko. Hal tersebut adalah wajar selama tidak berlebihan. Namun untuk mengurangi rasa ketakutan tersebut ada baiknya dipertimbangkan mengenai berapa modal awal yang harus disetor. Dengan modal yang kecil dengan hasil yang cukup memuaskan tentunya akan membuat kita berpikir ulang "kalau begitu bisnis tersebut noleh dong dicoba?".

Apakah bisnis dengan modal kecil ada? jawabannya adalah sangat banyak. Contoh nyata adalah Peluang Bisnis yang banyak dimuat di internet, dan salah satunya adalah internet marketing yang bermodalkan cukup sedikit yaitu sebesar Rp.250.000 saja. Dengan modal yang minim beranikah kita mencoba peluang baru untuk mempunyai pekerjaan sampingan dengan hasil yang memuaskan?

Selasa, 02 Maret 2010

Pendekatan Mutu untuk "Bisnis Sederhana"

Untuk perusahaan yang sudah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 tentunya bukanlah hal yang aneh, namun untuk perusahaan sederhana (home industry) perlukah menerapkan ISO 9001 juga?

Tidak ada aturan baku yang mengatakan bahwa perusahaan kecil tidak boleh menerapkan ISO 9001, namun yang ditinjau adalah efektifitasnya. Menerapkan ISO tidaklah sedikit biayanya, efektifkah perusahaan sederhana menerapkannya? Sementara tuntutan mutu yang prima sebagai modal persaingan bisnis sekarang ini merupakan suatu keharusan.

Solusi yang bisa diterima mungkin adalah mengadopsi nilai-nilai prinsip manajemen mutu ISO 9001 dalam praktek bisnis sederhana tersebut. Artinya kita sekedar menjalankan klausul-klausul persyaratan sistem manajemen mutu yang relevan saja tanpa perlu melakukan sertifikasi. Dengan cara tersebut maka penerapan mutu bisa dijamin tanpa perlu mengeluarkan biaya lebih baik untuk sertifikasinya maupun maintenance sistem itu sendiri.

Selasa, 16 Februari 2010

Komitmen dan Konsistensi dalam Penerapan ISO 9001

ISO 9000 Quality Systems Handbook - updated for the ISO 9001:2008 standard, Sixth Edition: Using the standards as a framework for business improvementMenerapkan sistem manajemen mutu yang efektif memang tidak mudah, sehingga banyak yang berargumen menerapkan ISO 9001 menambah rumit pekerjaan saja. Mengapa terjadi demikian???

Sangat mudah untuk menjawab mengapa penerapan ISO membuat kita semakin susah bahkan tidak menambah nilai apa-apa dalam bisnis. Seperti sebuah UU lalu lintas yang dibuat oleh DPR, ISO 9001 pun mempunyai keterkaitan yang sama. UU lalu lintas mengatur semua pihak yang menggunakan jalan raya untuk tertib dan selamat dalam berkendara. Namun dalam prakteknya angka kecelakaan selalu ada dan pelanggaran juga semakin banyak pula. Apakah ada yang salah dengan Undang-Undang tersebut? Yang salah adalah para pelaku lalu lintas yang tidak mempunyai komitmen dan konsistensi dalam menjalankan UU tersebut.

Sama halnya dengan ISO 9001 adalah cuma aturan agar bagaimana kita menjalankan sistem manajemen berjalan dalam koridor bisnis yang tepat untuk kepuasan pelanggan. Dalam bahasa sederhana ISO 9001 hanyalah alat bantu untuk bekerja saja. karena cuma alat bantu maka yang paling menentukan efektifitas alat bantu tersebut adalah si Pengguna alat tersebut. Jika si Pengguna bisa menyadari bahwa alat bantu ini membawa ke arah kinerja yang lebih baik, maka yang dituntut oleh ISO 9001 adalah cuma Komitmen dan Konsistensi kita saja dalam implementasinya.

Maka tidak heran jika perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 sekalipun masih berkutat pada masalah-masalah internal proses seperti reject meningkat, claim customer selalu muncul, produktivitas rendah, tidak kompetitif, dll, tatkala para Pengguna ISO 9001 ini hilang Komitmen dan Konsistensi terhadap persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001. Jadi semua tergantung bagaimana kita melihat persyaratan tersebut, apakah mau dijalankan dengan komitmen dan konsisten ataukah sebaliknya. It is your choice.

Kamis, 11 Februari 2010

Pentingnya Pengesahan Proses Awal Produksi

Production and Operations Analysis (McGraw-Hill/Irwin Series Operations and Decision Sciences)Saat prototype produk awal dibuat oleh New Project Team, terasa bahwa semua parameter proses dan produk sudah memenuhi semua persyaratan. Namun mengapa saat mass production banyak ditemukan kendala seperti reject sering muncul, kemampuan mesin tidak stabil, sulit diassembling dan lain sebagainya. Intinya bahwa saat mass production tidak sesuai dengan target design baik prosess maupun product karakteristik.

Mengapa hal tersebut terjadi?
Kembali ke konsep variasi bahwa semua object (benda, proses, manusia, material, mesin dll) pasti mempunyai variasi baik dalam bentuk variabel ataupun atribut. Saat variasi tersebut tidak bisa dikendalikan maka yang terjadi adalah berbagai masalah proses (produksi), yang mungkin sifatnya bisa berulang. Itulah mengapa saat awal proses produksi penting sekali memastikan semua variasi parameter proses dalam kondisi terkendali. Teknik pengesahan ini bisa berbeda di setiap perusahaan, dan yang pasti sama adalah adanya pemikiran bahwa "apakah semua parameter proses sebelum mass production ini sudah memenuhi semua kriteria?". Jika jawabannya "yes" maka silahkan teruskan untuk mass production. Jika "no" investigasi lebih lanjut apa masalahnya. Jika 'no" tetap kita lanjutkan maka yang terjadi adalah seperti yang diuraikan di awal paragraf.

Memang tidak bisa menjamin 100% semua variasi akan terkontrol dengan pengesahan proses awal, namun setidaknya jika terdeteksi lebih dini "cost" yang dikeluarkan akan semakin kecil, berbeda jika saat ditemukan setelah produksi selesai. Untuk kontrol variasi di tengah dan di akhir proses semua bergantung kepada tingkat kestabilan proses di perusahaan masing-masing.

Rabu, 10 Februari 2010

Visual Kontrol di Proses Manufaktur

Seberapa pentingkah visual kontrol di proses manufaktur?
Sangat sangat penting. Logika dasar visual kontrol dapat kita analogikan saat kita berpenampilan diri di cermin. Saat rambut acak-acakan kita akan sisir, badan kurang harum kita spray pakai cologne, baju kurang rapi kita seterika dan lain sebagainya. Visual kontrol adalah cara termudah untuk bisa kita membaca adanya variasi dari proses.

Telinga untuk mendengar hal-hal yang tidak lazim seperti terlalu berisik, bunyi tidak wajar, ada benda asing di dalam. Tangan untuk meraba kekasaran, temperature dan bentuk object. Mata untuk melihat aktual dan yang disyaratkan. Dan masih banyak lagi komponen di tubuh kita yang bisa kita jadikan alat bantu untuk melakukan visual kontrol.

Kenapa visual kontrol????
Yang paling akurat adalah betul dengan menggunakan alat kerja seperti sensor, alat ukur dan alat uji. Namun sebelum menggunakan peralatan tersebut pun kita sebenarnya sudah bisa mendeteksi adanya potensi out of variation. Jadi pastikan tanggap jika melihat, mendengar dan merasa ada sesuatu yang tidak wajar pada proses. Selanjutnya pastikan dengan alat bantu kerja yang kita gunakan.

Selasa, 09 Februari 2010

Memunculkan Energi Positif untuk Perubahan

Pernahkah kita melihat rekan kita atau orang yang kita kenal sangat kuat pengaruhnya, berwibawa, jika bicara meyakinkan dan pokoknya nyaman jika kita berinteraksi dengan orang tersebut.

Saya berkeyakinan bahwa pada setiap orang mempunyai energi positif yang unik. Namun energi ini seolah-olah tidak semua orang punya. Energi positif yang ada sifatnya pasif. Untuk membuatnya menjadi sebuah kekuatan untuk perubahan maka harus dimunculkan.

Apa itu energi positif? adalah energi yang ditimbulkan dari sebuah perbuatan baik (positif). Sekecil apapun nilai kebaikan yang kita buat secara terus menerus akan selalu memancarkan energi ini. Dan tahukah kita bahwa orang lain dan lingkungan yang ada disekitar kita dapat terpengaruh dengan energi ini. Dalam bahasa yang mudah adalah suatu karakter lingkungan tercipta dari gabungan energi yang ada disetiap orang yang berinteraksi didalamnya.

Bisakah energi positif ini membalikan sebuah lingkungan yang sudah negatif? sangat bisa. Namun hal ini butuh kekuatan dan kesabaran untuk terus memancarkannya. Teruslah menanam kebaikan dalam berinteraksi maka siapapun orang yang sudah terkena efeknya akan merasa bahwa apa yang kita lakukan benar dan memang harus dicontoh.

Pernahkah mendengar cerita kisah ayah dan anak yang tinggal di suatu komplek yang kurang bersih (banyak sampah). Himbauan yang dilakukan oleh aparat perumahan ternyata tidak bisa menyadarkan warga untuk hidup sehat. Si ayah dan anak ini tanpa banyak omong setiap sore memungut sampah dan membuangnya di tempat yang disediakan. Semua warga berpikiran aneh benar ayah dan anak tersebut. Hari demi hari energi positif ini terus dipancarkan. Tetangga kanan kiri akhirnya terkena dampak positif si ayah dan anak ini. Tetangga ini meyakini bahwa memang betul dan ada manfaatnya kok apa yang dilakukan si ayah dan anak tersebut. Dan tetangga tersebut tidak ada alasan menolak untuk membersihkan sampah ketika energi positif dalam dirinya memberontak untuk dikeluarkan.

Jadi energi positif ini pada dasarnya tersimpan dalam setiap orang dan diberikan oleh Tuhan. Dengan bantuan akal dan hati maka penyaluran energi ini pasti akan membawa perubahan yang diinginkan oleh setiap kita.

Jumat, 05 Februari 2010

Berani untuk Berkata "Tidak" pada Atasan

Pernahkah kita dalam kondisi yang bimbang saat mengatakan "tidak" dengan atasan kita? 
Saat kondisi tersebut datang, maka sebetulnya ujian jiwa kepemimpinan kita sedang diuji. Bukankah seorang pemimpin harus berani memutuskan termasuk untuk bilang "tidak". Dengan alasan tidak sependapat, tidak sesuai dengan budget, tidak relevan, tidak tepat sasaran dan tidak-tidak lainnya mampukah kita sampaikan saat atasan kita minta pendapat kita. 
Tidak sedikit pula yang takut untuk mengatakan "tidak" karena dianggap nanti mbalelo / tidak patuh atasan, minder, takut tidak populer, nanti dijauhi rekan sekerja, dan takut-takut lainnya. Apapun alasannya, berkata "tidak" harus berani kita lakukan untuk atasan kita selama argumen yang kita sampaikan ada fakta, data dan landasannya. Dan jangan lupa kemas sedemikian rupa agar tidak ada yang dirugikan dalam kita mengucapkan "tidak". Selamat berjuang!!

Kamis, 04 Februari 2010

Menyesuaikan dengan Perubahan Organisasi

Pernahkah kita merasakan bahwa angin perubahan dalam organisasi kita membawa dampak yang sangat signifikan terhadap kerja kita?
Mungkin beberapa kita pernah merasakan bahwa pimpinan baru selalu meminta deadline yang sangat ketat atau kita merasa bahwa sistem baru yang diterapkan kurang cocok dengan kerja kita? Itu mungkin sebagian dampak dari perubahan yang ada.
Tahukah kita bahwa saat perubahan itu pasti muncul, dan pilihannya adalah kita menjadi "korban" dari perubahan ataukah justru kita sebagai "joki" dari perubahan tersebut. Setiap perubahan perlu disikapi dengan posisitf thinking untuk mencari celah kita bisa eksis dengan perubahan tersebut. Saat kita menjadi joki maka apapun yang ada didepan kita bisa kita antisipasi dengan baik. Namun jika kita menjadi korban maka bukan tidak mungkin kitalah yang akan terpental dari lingkaran organisasi.

Selasa, 02 Februari 2010

Mengucapkan Terima Kasih

Mengucapkan terima kasih saat kita berhutang sesuatu atas jasa dan bantuan yang diberikan oleh bawahan, atasan, rekan sekerja dan siapapun yang berhubungan dengan kita adalah hal kecil yang membawa efek luar biasa. Mengapa terima kasih itu penting?

Terima kasih adalah bukti pengakuan terhadap orang lain bahwa kita terbantu atas jasa yang diberikan. Penerima ucapan mungkin menganggap ucapan kita sesuatu hal yang sangat biasa, namun suatu saat akan terbukti bahwa dengan terima kasih kita akan menjadi salah satu orang yang masuk dalam memori si penerima ucapan bahwa kita termasuk orang yang tahu berterima kasih.

Terima kasih atas adalah bahasa sederhana yang sarat makna, dimana dalam pergaulan bisnis merupakan kata pembuka untuk jembatan komunikasi bisnis yang lebih dalam. Dan akan lebih hebat lagi saat kata "maaf" dan "tolong" menjadi penyempurna dalam bahasa komunikasi kita dengan orang lain. Sudahkah Anda mengucapkan terima kasih hari ini pada seseorang yang seharusnya Anda beri ucapan?????

Senin, 01 Februari 2010

Komitmen dan Konsisten Saat Kita Memimpin

Seorang teman pernah mengeluh, Susah untuk menjadi pemimpin yang baik!!!!

Bukanlah hal susah untuk menjadi seorang pemimpin? Yang susah adalah saat komitmen dan konsisten dituntut. Ki Hajar Dewantoro mengajarkan Ing Narsa Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Dalam bahasa yang sederhana seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memberi keteladanan, kemampuan untuk membangun organisasi dan kemampuan untuk memberi dorongan.

Ketiga hal tersebut kita yakin mungkin ada di diri kita. Namun untuk mempertahankan kita selalu komit dan konsisten terhadap hal tersebut hanya kita yang tahu. Sudah berapa puluh bahkan mungkin ratusan seorang pemimpin kelas dunia nisa jatuh saat komitmen dan konsisten sudah tidak melekat pada kepemimpinan.

Komitmen menuntut pemenuhan terhadap kewajiban sebagai seorang pemimpin dan konsisten sikap untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang sudah kita tetapkan. Dua hal ini setidaknya akan membawa kepemimpinan kita bisa menjadi lebih baik.

Dear Pembaca yang budiman

Tulisan kami dapat Anda copy dengan menyebutkan sumbernya di mutupro.blogspot.com